Satu Hati Setiap Hari

Tanpa perannya, 
Aku tak akan ada
Ia.
Ia yang mengajakku bermain setiap akhir minggu
Di masa lalu

Tanpa ia,
Aku tak akan banyak belajar hal baru
Tentang jenis buah yang menggantung di pohon pinggir jalan
Tentang sebuah rumah di sudut kota
Tentang peralatan olahraga
Tentang novel remaja

Begitu cepat waktu berlalu
Membawaku ke sini dan ia ke situ
Hadirkan bentangan jarak yang utuh
Jarak yang mampu direngkuh
Tapi tak pernah disentuh

Setelah melalui berbagai rasa
Kasih.
Benci.
Penyesalan.
Benci.
Kasih.
Ke mana lagi kah lanjutan rasa ini?

Untuk kamu, andalan masa kecilku
Benteng hidup saat itu
Selimut malamku dulu
Bagaimanakah rasamu?
Kau tak pernah beritahu...
Atau aku yang terlalu menutup telinga untuk mendengarmu?

Kini
Boleh kah aku 
Yang pernah bermulut tajam padamu
Yang pernah tak hargai dirimu
Yang tak pernah mampu tunjukkan kasih sayang padamu...
Ingin kirimkan satu hati setiap hari
Lewat niat diri
Lewat doa dalam hati...


BSD, 30 Juni 2015

Comments

Popular posts from this blog

Suara Kata

Jembatan Semu

Ragu