Satu Hati Setiap Hari
Tanpa perannya, Aku tak akan ada Ia. Ia yang mengajakku bermain setiap akhir minggu Di masa lalu Tanpa ia, Aku tak akan banyak belajar hal baru Tentang jenis buah yang menggantung di pohon pinggir jalan Tentang sebuah rumah di sudut kota Tentang peralatan olahraga Tentang novel remaja Begitu cepat waktu berlalu Membawaku ke sini dan ia ke situ Hadirkan bentangan jarak yang utuh Jarak yang mampu direngkuh Tapi tak pernah disentuh Setelah melalui berbagai rasa Kasih. Benci. Penyesalan. Benci. Kasih. Ke mana lagi kah lanjutan rasa ini? Untuk kamu, andalan masa kecilku Benteng hidup saat itu Selimut malamku dulu Bagaimanakah rasamu? Kau tak pernah beritahu... Atau aku yang terlalu menutup telinga untuk mendengarmu? Kini Boleh kah aku Yang pernah bermulut tajam padamu Yang pernah tak hargai dirimu Yang tak pernah mampu tunjukkan kasih sayang padamu... Ingin kirimkan satu hati setiap hari Lewat niat diri Lewat doa dalam hati... B...