Posts

Showing posts from 2016

Ragu

Hari ini aku lihat kamu di jembatan penyeberangan Naik perlahan Lambat Sambil membawa buntalan karung di punggungmu Entah apa isi karung itu Tapi dari cara dan ekspresimu membawanya, aku yakin itu beban yang berat Aku melihat kamu berada di depanku Menghalangi langkahku dengan langkah lambatmu Sungguh Aku tak masalah dengan itu Meski kakiku melangkah ke sebelahmu Lalu mendahului kamu Sungguh Aku pergi bukan karena terganggu dengan langkah lambatmu Aku hanya terganggu dengan diriku Diri yang ingin membantumu Tapi malah ragu                                    BSD, 12 November 2016

Hari Uang Tahun

Seorang anak kecil menanti hari ulang tahunnya Sebab ia tak sabar melihat kue tart miliknya diletakkan di atas meja Sebab ia senang mendengar orang menyanyikan lagu saat ia memotong kue dan meniup lilin Sebab ia tidak sabar membuka hadiah yang diberikan untuknya Seorang anak remaja tersenyum lepas dan berbahagia Saat keluarga, teman, dan mungkin kekasihnya tidak lupa memberikan ucapan ulang tahun untuknya Saat ia mendapat surprise dari orang terdekatnya Saat ia menyadari bahwa usianya mendekati umur legal sehingga bisa lebih bebas Seseorang yang telah terlepas dari usia anak-anak dan remaja tidak begitu menanti hari ulang tahunnya Baginya hari itu sama saja seperti hari lainnya Baginya pertambahan umur memiliki dua sisi, yaitu memberikan kebahagiaan sekaligus tekanan Baginya ia tidak layak mendapat ucapan atau surprise yang meriah Sebab baginya, segala ucapan dan sukacita hari ulang tahun perlu lebih terarah pada ibunya Ibu yang bertahun-tahun lalu berjuang melahirkanny...

Dear Ryan (2)

Hari ini aku dan saksi-saksi bisu zaman kita kecil dulu akan angkat bicara tentangmu... Aku si mobil kecil. Dulu aku dimainkan oleh Ryan dengan bersemangat. Ia menaiki aku, kemudian kedua kakinya terus mengajakku bergerak. Sesekali aku menabrak tembok, tapi tak apa asal aku bisa hadirkan rasa bahagia untuknya. Aku si sepeda roda tiga. Aku digunakan ketika kaki kecil Ryan sudah semakin kuat. Dulu aku yang dipakai Ryan ketika cicinya menantang ia lomba sepeda. Tentu saja Ryan tidak menang karena cicinya naik sepeda roda dua yang jauh lebih cepat. Tapi aku senang, Ryan percaya padaku untuk menemaninya lomba saat itu. Aku si lapangan tanah merah. Sebelum rumah-rumah banyak dibangun dan menutup aku, Ryan sering ke sini untuk main bola, sekedar lari-larian, atau main sepeda. Meski kita sudah tak bisa berjumpa, aku tahu kamu sesekali mengunjungi tempatku dulu. Aku si batu raksasa. Ryan sudah main bersamaku sejak ia masih kecil. Dulu ia minta bantuan tiap kali akan memanjatku. Tapi...

Live In di Biara

Bapa, pernah ada satu masa di mana hati ini terbuka di mana hati ini merasa lega di mana hati ini mampu tersenyum meski luka Bapa, pernah ada pengalaman saat aku merasa tenang saat aku merasa nyaman saat aku merasakan kasih dalam dekapMu Bapa, pernah ada masa saat aku bangun pagi sekali tuk ikuti misa suci aku duduk berdampingan dengan para mempelaiMu lalu aku merasa dicintai  oleh cintaMu yang nyata terasa meski tak tergenggam raga .... Bapa, aku mau katakan kalau saat ini rasanya hampa hatiku jadi keras bagai batu tak bisa dikikis air bagai besi tak bisa ternoda karat bagai kayu tak habis dibakar api Aku keras. Hatiku keras. Hingga segala bisikanMu tak terdengar SentuhanMu tak terasa IndahMu tak terlihat Bapa... Aku ingin kembali ke masa di mana aku sadar dunia ini hanyalah pijakan sementara dan rumahMu adalah tujuan utama Bapa... Aku ingin kembali ke perasaan saat aku dan teman-teman tiga hari dua...

Suara Kata

Bungkam saja rasa yang ada Hingga ia remuk dalam diam Halangi saja suara bersua telinga Hingga tak ada makna yang meluka Dan kata... Kata akan tetap menjadi kata Dalam benakku, dalam benakmu, Kata akan tetap menjadi kata Dan hanya kita masing-masing yang paham Bagaimana kata itu bersuara meski ia tak bertemu telinga                                                                                                   Kamar Kost, 30 November 2014 PENJELASAN IDE: Wah, tiba2 nemu puisi lama nih! Setelah coba inget2, gw rasa gw dapet ide nulis ini karena liat dari keadaan sekitar gw saat itu. Intinya, ini puisi artinya: ketika lo ga ungkapin apa yang lo rasa, maka perasaan lo itu hanya lo yang tahu. Kalo orang lain pun melakukan hal ya...

Coba Ceritakan

Jika masih ada angin yang berbisik lembut, Kenapa kamu memilih diam? Jika masih ada tumbuhan yang bergoyang untuk menyapa, Kenapa senyum milikmu hilang? Jika masih ada udara yang mau mampir ke tubuh, Kenapa memilih akhiri hidupmu? Jika masih ada Tuhan yang siap memeluk erat, Kenapa kamu tetap merasa sendirian? Coba ceritakan... Sebenarnya apa yang membuatmu bahagia? BSD, 15 Mei 2016

Refleksi

Setiap hari kau sediakan waktu sunyi untuk kau berdiam diri, bertanya dalam hati, dan mencari jawab atas resah diri. Hasilnya, Sesekali kau rasakan kelegaan Sesekali kau rasa tetap gelisah Sesekali timbul lebih banyak pertanyaan Tidak apa, Setidaknya kau telah mencoba setiap hari... BSD, 9 Mei 2016

Rindu PadaMu

Kerinduanku padaMu Biarlah tidak hanya sekedar kata Kata yang terdengar merdu Tapi jiwa tetap membisu Kerinduanku padaMu Biarlah mengikat erat dan meresap dalamku Sebab aku tahu Sederhana saja 'tuk sekedar ucapkan rindu Tapi tak cukup sederhana 'tuk merasakannya dengan syahdu BSD, 25 Maret 2016 PENJELASAN IDE: Hai... Puisi kali ini disponsori oleh pengalaman pribadi saat misa Kamis Putih tadi. Jujur aja, gw ga pernah semangat setiap kali pekan suci. Nah, pas tadi lagi menimbang-nimbang mau misa Kamis Putih atau ga, tiba-tiba muncul pertanyaan untuk diri gw sendiri: "Kenapa sih Sil lo males misa di pekan suci?" Kenapa dan kenapa. Pertanyaan dari diri gw, untuk gw, dan perlu gw jawab sendiri. Sulit juga yah... Setelah berusaha melawan rasa males misa, akhirnya gw memutuskan untuk misa Kamis Putih. Misanya.......sendirian. Ini pertama kalinya gw misa di pekan suci sendirian. Biasanya bareng keluarga, tapi hari ini kebetulan ga bisa misa bareng. Pas p...

Lebih Dari Rupa

Pada foto yang tampak di mata Titik-titik halus gambarkan rupamu Erat memikat siapapun yang menatap lekat Lewat foto yang memburu dalam bisu Banyak wanita terlena dengan indahmu Lalu masuk dalam dekap atau perangkap sesuai inginmu Andai jiwamu seindah rupa Maka tak perlulah ada resah Sebab indah butuh memancar juga dari jiwa Sebab jatuh cinta tak cukup pada rupa saja BSD, 14 Maret 2016

Jembatan Semu

Bunga-bunga mekar di sebuah taman Mekar bersamaan hingga sekelompok lebah mampir dan tinggal Lebah-lebah membangun sarang Lalu mengumpulkan nektar tuk langsungkan kehidupan Warna bunga di taman begitu menawan Memikat setiap lebah pekerja tuk hampiri Dan kumpulkan manis yang bisa bunga beri Namun seekor lebah pekerja temukan bunga yang berbeda Tumbuh indah merekah sempurna Hanya saja di seberang sungai letaknya Si lebah ingin hampiri bunga di seberang sungai Namun ia ingat perintah sang ratu Bahwa nektar hanya boleh dikumpulkan dari taman mereka Bahwa manis hanya boleh dirasakan dari bunga sejenis saja Sebab bunga lainnya mungkin beracun Sebab bunga lainnya mungkin hanya perangkap Lebah pekerja sedih dan bertanya Mengapa perlu ada sungai sebagai jarak Bunga seberang sungai pun bertanya Mengapa jembatan yang ada di dekatnya tak bisa menjembatani Semu. BSD, 8 Maret 2016 PENJELASAN IDE: [panjang nih karena pake curcol. Kalo cuma mau liat penjelasan pu...

Dasar Aku

Dasar aku! Lama tak menunggu Lama tak mencari tahu Tapi tetap ingin tahu Dasar aku! Menyangka diri lepas dari masa lalu Merasa tak perlu berbagi kisah itu Tapi tetap ingin tahu Dasar aku...                                               BSD, 3 Februari 2016