Dear Ryan (2)
Hari ini aku dan saksi-saksi bisu zaman kita kecil dulu akan angkat bicara tentangmu...
Aku si mobil kecil.
Dulu aku dimainkan oleh Ryan dengan bersemangat. Ia menaiki aku, kemudian kedua kakinya terus mengajakku bergerak. Sesekali aku menabrak tembok, tapi tak apa asal aku bisa hadirkan rasa bahagia untuknya.
Aku si sepeda roda tiga.
Aku digunakan ketika kaki kecil Ryan sudah semakin kuat. Dulu aku yang dipakai Ryan ketika cicinya menantang ia lomba sepeda. Tentu saja Ryan tidak menang karena cicinya naik sepeda roda dua yang jauh lebih cepat. Tapi aku senang, Ryan percaya padaku untuk menemaninya lomba saat itu.
Aku si lapangan tanah merah.
Sebelum rumah-rumah banyak dibangun dan menutup aku, Ryan sering ke sini untuk main bola, sekedar lari-larian, atau main sepeda. Meski kita sudah tak bisa berjumpa, aku tahu kamu sesekali mengunjungi tempatku dulu.
Aku si batu raksasa.
Ryan sudah main bersamaku sejak ia masih kecil. Dulu ia minta bantuan tiap kali akan memanjatku. Tapi, lama-kelamaan ia bisa naik sendiri dan melarang orang naik di batu yang sama dengannya. Aku senang ia merasa memilikiku.
Masih banyak salam lainnya sih, misalnya dari pohon ceri, ikan cere, dll. Tapi cukup lah ya. Sekarang giliran akuhh..
Aku Sesil. Aku cicinya Ryan. Aku DITAKDIRKAN jadi temen mainnya dia dari zaman dulu, tukang gendong dia pas masih lucu, korban smack down dia pas zaman WWE booming, dan bahan ledekan dia pas akuhh lagi sakit hati (hahaha, emang jahat tuh anak!)
Aku sama Ryan pernah ada masa berantem terus, tapi untungnya kita makin akur pas udah gede. Ya kan, Ry? (Haha!) BTW, hari ini dia ultah loh ;) Udah 21 tahun! See, betapa waktu pintar kuasai dirinya. Tau2 udah gede aja lo! Dulu perasaan pipinya masih tembem dan enak dicubit. Hahaha..
HAPPY BIRTHDAY, MY BRO!!! Semoga lancar di semua bidang yg lo tekunin, makin rajin, makin tjakep, makin sayang Tuhan+oma+mami+opa+akuh+papi, cepet dapet pasangan yang kece luar dalem juga ya (tapi tolong lah jgn langkahi gw..hahaha) Gbu bro! XOXO ♡
#birthdaypresent #bro #21stbirthday
Aku si mobil kecil.
Dulu aku dimainkan oleh Ryan dengan bersemangat. Ia menaiki aku, kemudian kedua kakinya terus mengajakku bergerak. Sesekali aku menabrak tembok, tapi tak apa asal aku bisa hadirkan rasa bahagia untuknya.
Aku si sepeda roda tiga.
Aku digunakan ketika kaki kecil Ryan sudah semakin kuat. Dulu aku yang dipakai Ryan ketika cicinya menantang ia lomba sepeda. Tentu saja Ryan tidak menang karena cicinya naik sepeda roda dua yang jauh lebih cepat. Tapi aku senang, Ryan percaya padaku untuk menemaninya lomba saat itu.
Aku si lapangan tanah merah.
Sebelum rumah-rumah banyak dibangun dan menutup aku, Ryan sering ke sini untuk main bola, sekedar lari-larian, atau main sepeda. Meski kita sudah tak bisa berjumpa, aku tahu kamu sesekali mengunjungi tempatku dulu.
Aku si batu raksasa.
Ryan sudah main bersamaku sejak ia masih kecil. Dulu ia minta bantuan tiap kali akan memanjatku. Tapi, lama-kelamaan ia bisa naik sendiri dan melarang orang naik di batu yang sama dengannya. Aku senang ia merasa memilikiku.
Masih banyak salam lainnya sih, misalnya dari pohon ceri, ikan cere, dll. Tapi cukup lah ya. Sekarang giliran akuhh..
Aku Sesil. Aku cicinya Ryan. Aku DITAKDIRKAN jadi temen mainnya dia dari zaman dulu, tukang gendong dia pas masih lucu, korban smack down dia pas zaman WWE booming, dan bahan ledekan dia pas akuhh lagi sakit hati (hahaha, emang jahat tuh anak!)
Aku sama Ryan pernah ada masa berantem terus, tapi untungnya kita makin akur pas udah gede. Ya kan, Ry? (Haha!) BTW, hari ini dia ultah loh ;) Udah 21 tahun! See, betapa waktu pintar kuasai dirinya. Tau2 udah gede aja lo! Dulu perasaan pipinya masih tembem dan enak dicubit. Hahaha..
HAPPY BIRTHDAY, MY BRO!!! Semoga lancar di semua bidang yg lo tekunin, makin rajin, makin tjakep, makin sayang Tuhan+oma+mami+opa+akuh+papi, cepet dapet pasangan yang kece luar dalem juga ya (tapi tolong lah jgn langkahi gw..hahaha) Gbu bro! XOXO ♡
#birthdaypresent #bro #21stbirthday
Comments
Post a Comment