Suara Kata

Bungkam saja rasa yang ada
Hingga ia remuk dalam diam
Halangi saja suara bersua telinga
Hingga tak ada makna yang meluka

Dan kata...

Kata akan tetap menjadi kata
Dalam benakku, dalam benakmu,
Kata akan tetap menjadi kata
Dan hanya kita masing-masing yang paham
Bagaimana kata itu bersuara meski ia tak bertemu telinga



                                                                                                  Kamar Kost, 30 November 2014


PENJELASAN IDE:


Wah, tiba2 nemu puisi lama nih! Setelah coba inget2, gw rasa gw dapet ide nulis ini karena liat dari keadaan sekitar gw saat itu. Intinya, ini puisi artinya: ketika lo ga ungkapin apa yang lo rasa, maka perasaan lo itu hanya lo yang tahu. Kalo orang lain pun melakukan hal yang sama dengan ga ungkapin apa yang dia rasa ke lo, maka hanya kalian masing-masing yang paham tentang hal yang ga kalian ungkapin itu. Orang lain ga akan tahu dan paham karena "suara tidak bertemu telinga" (karena rasa yang lo rasain ga pernah lo ucapin, jadi dia ga denger).

Hmm... Jadi kalo ada apa2 yang mau diucapin (sedih, seneng, sayang, kesel, dll.), ucapin deh dengan cara yang baik dan bisa diterima. Lebih baik dia tahu daripada kalian pendam masing-masing dan bikin masalah berlarut-larut.

Comments

Popular posts from this blog

Jembatan Semu

Ragu