Posts

Di Depan Pintu

Aku melihatmu sepanjang hari Pergi Kuucapkan sepenuh hati Untukmu Yang tak akan pernah mengerti Kau perlu mencari teman Minta padanya tunjukkan jalan Cepat Sebelum kau tersakiti Oleh mereka yang tak melihat keberadaanmu Ah... Tapi sepanjang hari kau tetap di situ Bolak-balik di tempat yang nyaris sama Membuatku khawatir Membuatku berpikir Bagaimana aku bisa menolong Tanpa menyentuh Tanpa membuatmu takut Cepat pergi, cicak kecil Ah... Mungkin kau masih terlalu muda untuk memahami Bahwa banyak bahaya Di depan pintu Tempat kau menunggu                                                      BSD, 21 Januari 2017

Ragu

Hari ini aku lihat kamu di jembatan penyeberangan Naik perlahan Lambat Sambil membawa buntalan karung di punggungmu Entah apa isi karung itu Tapi dari cara dan ekspresimu membawanya, aku yakin itu beban yang berat Aku melihat kamu berada di depanku Menghalangi langkahku dengan langkah lambatmu Sungguh Aku tak masalah dengan itu Meski kakiku melangkah ke sebelahmu Lalu mendahului kamu Sungguh Aku pergi bukan karena terganggu dengan langkah lambatmu Aku hanya terganggu dengan diriku Diri yang ingin membantumu Tapi malah ragu                                    BSD, 12 November 2016

Hari Uang Tahun

Seorang anak kecil menanti hari ulang tahunnya Sebab ia tak sabar melihat kue tart miliknya diletakkan di atas meja Sebab ia senang mendengar orang menyanyikan lagu saat ia memotong kue dan meniup lilin Sebab ia tidak sabar membuka hadiah yang diberikan untuknya Seorang anak remaja tersenyum lepas dan berbahagia Saat keluarga, teman, dan mungkin kekasihnya tidak lupa memberikan ucapan ulang tahun untuknya Saat ia mendapat surprise dari orang terdekatnya Saat ia menyadari bahwa usianya mendekati umur legal sehingga bisa lebih bebas Seseorang yang telah terlepas dari usia anak-anak dan remaja tidak begitu menanti hari ulang tahunnya Baginya hari itu sama saja seperti hari lainnya Baginya pertambahan umur memiliki dua sisi, yaitu memberikan kebahagiaan sekaligus tekanan Baginya ia tidak layak mendapat ucapan atau surprise yang meriah Sebab baginya, segala ucapan dan sukacita hari ulang tahun perlu lebih terarah pada ibunya Ibu yang bertahun-tahun lalu berjuang melahirkanny...

Dear Ryan (2)

Hari ini aku dan saksi-saksi bisu zaman kita kecil dulu akan angkat bicara tentangmu... Aku si mobil kecil. Dulu aku dimainkan oleh Ryan dengan bersemangat. Ia menaiki aku, kemudian kedua kakinya terus mengajakku bergerak. Sesekali aku menabrak tembok, tapi tak apa asal aku bisa hadirkan rasa bahagia untuknya. Aku si sepeda roda tiga. Aku digunakan ketika kaki kecil Ryan sudah semakin kuat. Dulu aku yang dipakai Ryan ketika cicinya menantang ia lomba sepeda. Tentu saja Ryan tidak menang karena cicinya naik sepeda roda dua yang jauh lebih cepat. Tapi aku senang, Ryan percaya padaku untuk menemaninya lomba saat itu. Aku si lapangan tanah merah. Sebelum rumah-rumah banyak dibangun dan menutup aku, Ryan sering ke sini untuk main bola, sekedar lari-larian, atau main sepeda. Meski kita sudah tak bisa berjumpa, aku tahu kamu sesekali mengunjungi tempatku dulu. Aku si batu raksasa. Ryan sudah main bersamaku sejak ia masih kecil. Dulu ia minta bantuan tiap kali akan memanjatku. Tapi...

Live In di Biara

Bapa, pernah ada satu masa di mana hati ini terbuka di mana hati ini merasa lega di mana hati ini mampu tersenyum meski luka Bapa, pernah ada pengalaman saat aku merasa tenang saat aku merasa nyaman saat aku merasakan kasih dalam dekapMu Bapa, pernah ada masa saat aku bangun pagi sekali tuk ikuti misa suci aku duduk berdampingan dengan para mempelaiMu lalu aku merasa dicintai  oleh cintaMu yang nyata terasa meski tak tergenggam raga .... Bapa, aku mau katakan kalau saat ini rasanya hampa hatiku jadi keras bagai batu tak bisa dikikis air bagai besi tak bisa ternoda karat bagai kayu tak habis dibakar api Aku keras. Hatiku keras. Hingga segala bisikanMu tak terdengar SentuhanMu tak terasa IndahMu tak terlihat Bapa... Aku ingin kembali ke masa di mana aku sadar dunia ini hanyalah pijakan sementara dan rumahMu adalah tujuan utama Bapa... Aku ingin kembali ke perasaan saat aku dan teman-teman tiga hari dua...

Suara Kata

Bungkam saja rasa yang ada Hingga ia remuk dalam diam Halangi saja suara bersua telinga Hingga tak ada makna yang meluka Dan kata... Kata akan tetap menjadi kata Dalam benakku, dalam benakmu, Kata akan tetap menjadi kata Dan hanya kita masing-masing yang paham Bagaimana kata itu bersuara meski ia tak bertemu telinga                                                                                                   Kamar Kost, 30 November 2014 PENJELASAN IDE: Wah, tiba2 nemu puisi lama nih! Setelah coba inget2, gw rasa gw dapet ide nulis ini karena liat dari keadaan sekitar gw saat itu. Intinya, ini puisi artinya: ketika lo ga ungkapin apa yang lo rasa, maka perasaan lo itu hanya lo yang tahu. Kalo orang lain pun melakukan hal ya...

Coba Ceritakan

Jika masih ada angin yang berbisik lembut, Kenapa kamu memilih diam? Jika masih ada tumbuhan yang bergoyang untuk menyapa, Kenapa senyum milikmu hilang? Jika masih ada udara yang mau mampir ke tubuh, Kenapa memilih akhiri hidupmu? Jika masih ada Tuhan yang siap memeluk erat, Kenapa kamu tetap merasa sendirian? Coba ceritakan... Sebenarnya apa yang membuatmu bahagia? BSD, 15 Mei 2016