Dear Ryan (2)
Hari ini aku dan saksi-saksi bisu zaman kita kecil dulu akan angkat bicara tentangmu... Aku si mobil kecil. Dulu aku dimainkan oleh Ryan dengan bersemangat. Ia menaiki aku, kemudian kedua kakinya terus mengajakku bergerak. Sesekali aku menabrak tembok, tapi tak apa asal aku bisa hadirkan rasa bahagia untuknya. Aku si sepeda roda tiga. Aku digunakan ketika kaki kecil Ryan sudah semakin kuat. Dulu aku yang dipakai Ryan ketika cicinya menantang ia lomba sepeda. Tentu saja Ryan tidak menang karena cicinya naik sepeda roda dua yang jauh lebih cepat. Tapi aku senang, Ryan percaya padaku untuk menemaninya lomba saat itu. Aku si lapangan tanah merah. Sebelum rumah-rumah banyak dibangun dan menutup aku, Ryan sering ke sini untuk main bola, sekedar lari-larian, atau main sepeda. Meski kita sudah tak bisa berjumpa, aku tahu kamu sesekali mengunjungi tempatku dulu. Aku si batu raksasa. Ryan sudah main bersamaku sejak ia masih kecil. Dulu ia minta bantuan tiap kali akan memanjatku. Tapi...