Bukan Dongeng, Tapi Cerita Kita


Bohong, jika ku katakan tak pernahlah aku harapkan sosok seorang pangeran. Kau tahu kenapa? Karena dalam benakku, sang pangeran akan hadirkan kisah nan indah. 
Tapi, itu hanyalah dongeng yang tiada bisa dipaksa menjadi nyata. Dan kitaaku dan kamutidak perlu menjadi pemeran di dalamnya. Karena kita adalah kita: merajut cinta lewat letupan pijar-pijar hati, merajut memori lewat bisikkan langit kepada pelangi, dan merajut perban luka lewat untaian cinta suci.

Ketika coba memahami lebih dalam makna setiap luka, kudapati fakta bahwa cinta kita-lah yang sembuhkan luka.

Lihatlah…
Ini bukan dongeng, tapi cerita kita...

Milik kita.


-Tulisan ini berkesempatan ikut terbit bersama karya penulis lain di buku "Ungkapan Cinta Ala Penyair (UCAP) 1" terbitan Meta Kata-


PENJELASAN IDE:
Ide untuk nulis ini datang dari pemikiran pribadi pas lagi gencar-gencarnya baca novel, baca komik, (atau iseng nonton FTV) yg berbau2 romantis. Siapa coba yg ga pengen punya pasangan bak pangeran? Pangeran kan kece penampilannya, terus baik hatinya.. (plus bonus biasanya kaya juga..haha)
TAPI ITU KAN DI BUKU AMA PELEM2 AJA YA.. DI DUNIA NYATA SIH KEMUNGKINAN ADA COWOK BAK PANGERAN ITU KECIL.
Nah, jadi di tulisan ini gw nulis jujur2 aja dari pengalaman atau liat realita yg ada. Kalau bagian yg (SOK) puitis sih itu ngarang2.. ya...di puitis2in aja gitu supaya bisa sesuai tema lombanya.. Kalo gw baca ulang sih agak geli jg.. Semoga kalian ga ikut geli bacanya :')




Comments

Popular posts from this blog

Suara Kata

Jembatan Semu

Ragu