Kertas Putih Memberi Kabar Tentang Oma Ira

Tiba-tiba selintas kenangan tentangmu muncul di benakku
Aku pun jadi ingat kamu dan bertanya-tanya di manakah dirimu?
Sebab aku sudah lama tak lihat diri dan senyummu
di tempat duduk depan kampusku
Aku coba mencari jawaban atas pertanyaanku
Oh, mungkin karena aku sudah lama tak lalui jalan depan kampus
Pikirku saat itu.
Meskipun rasa ingin tahuku tentang keberadaanmu terus mengganggu pikiranku

Suatu hari, kulewati lagi jalan yang biasa kulalui
Berharap kau ada di situ seperti biasa
Sekedar duduk, 
menawarkan daganganmu,
membeli minuman,
atau bercengkerama akrab dengan siapapun di dekatmu
Oh, Oma Ira...
Betapa aku ingikan hal itu yang aku lihat
Namun fakta berkata lain
Yang kutemukan adalah secarik kertas putih
yang menempel sederhana di tempat kamu biasa duduk
Kertas putih itu bercerita hal yang tak kuduga
Tentang duka
Aku terdiam menatap penuh luka
Oh, andai aku ingat tentangmu lebih cepat
Andai aku tahu kabarmu sakit lebih dulu dari kabar duka ini,
pastilah rindu ini akan sedikit mempersiapkan diri

Untukmu, Oma Ira yang sangat pandai merajut
Kisah tentangmu tak akan lekang dari ingatanku
Oh, tentu aku tak bisa lupa
Sebab engkaulah orang pertama yang menyapa dengan senyum 
saat aku mau masuk kelas dengan mood tak mendukung sehabis naik kereta pagi hari
Meskipun tak saling kenal, senyum adalah cara kita berkomunikasi
ketika mata ini beradu pandang di sela kesibukan hari-hari

Oma, aku punya keinginan bantu kamu
Tapi sayang saat itu uangku tak pernah lebih
Aku menunggu dan terus menunggu sampai bisa beri lebih padamu
Tapi uang lebih itu tak kunjung datang
hingga aku hanya mampu beli sebuah rajutanmu
Oma, andai saja aku lebih cepat menyadari
bahwa uang bukanlah satu-satunya cara untuk menolongmu,
pasti aku sudah salurkan tenaga atau apapun yang bisa aku beri untuk mendukungmu

Oma Ira...
Terima kasih sudah berikan kisah tersendiri untuk 2 tahun masa awal kuliahku
Kini kau sudah tenang bersamaNya
Ia pasti mampu rawat kau lebih baik dengan caraNya
dan menjamu hidupmu dengan lebih indah di rumahNya

Aku sayang kamu, Oma Ira....
Tetaplah tersenyum di surga sana :)


Comments

Popular posts from this blog

Suara Kata

Jembatan Semu

Ragu